
Sigilwind
Ibu mereka terbang ke arah datangnya angin dan tidak pulang, jadi Aru dan Nevaeh Sorrelby menyusul dengan layang-layang sayap.
Uji tertutup sedang dibuka untuk PC, PS5, Android, dan iOS.
Lima wilayah, satu arah angin
Tiltmoor adalah kepulauan dataran miring yang mengapung di atas lautan rumput, dan semua yang terlihat di cakrawala, dari bunga lentera di kakimu sampai dinding badai di ujung sana, bisa kamu datangi tanpa layar muat. Anginnya tidak pernah berhenti. Arahnya juga tidak pernah berubah, selalu dari Tembok Badai, sehingga setiap perjalanan di Tiltmoor pada dasarnya soal memilih kapan melawan angin dan kapan menungganginya.
-
Padang Lantera
Padang bunga lentera ini tempat kamu belajar terbang untuk pertama kali, dengan jangkar yang rapat dan rumput setebal kasur. Jatuh di sini tidak terlalu sakit.
-
Tebing Tujuh Jangkar
Tujuh batu jangkar raksasa berjajar di bibir tebing. Pita warna yang diikat di setiap batu menandai jalur yang sudah pernah dicoba orang sebelum kamu, termasuk jalur yang berakhir di dasar jurang.
-
Hutan Bambu Gema
Bambu di hutan ini setinggi menara dan berbunyi setiap kali angin lewat di sela batangnya. Nada rendah berarti ada arus naik di depan, jadi pengendara yang sabar belajar terbang dengan telinga.
-
Kota Benang
Kota menara kayu yang diikat ribuan tali, tempat kamu merekrut pengendara baru, menambal sayap yang robek, dan mendengar kabar pertama tentang ibu Aru dan Nevaeh.
-
Tembok Badai
Dinding awan ini tidak pernah bergeser sedikit pun. Belum ada yang terbang melewatinya lalu pulang untuk bercerita.
Pengendara
Dua belas pengendara bisa bergabung di sepanjang perjalanan. Kamu membawa empat sekaligus dalam party real-time, dan kamu bisa menukar tokoh yang sedang dikendalikan di tengah udara tanpa harus mendarat atau membuka menu.
Angin di Sigilwind punya enam arah. Setiap pengendara memegang satu arah, sehingga jurusnya mendorong, mengangkat, atau menjatuhkan musuh mengikuti arah itu, dan party yang seimbang biasanya membawa arah yang saling melengkapi.
-

Nevaeh Sorrelby
Arah angin: Updraft
Adik Aru lebih suka naik daripada maju. Jurusnya melempar musuh ke udara dan menahan mereka di sana cukup lama untuk dihajar seluruh party.
-

Tuya Bayarsaikhan
Arah angin: Tailwind
Kurir tercepat di Kota Benang. Dua layang-layang kembarnya membuat seluruh party bergerak lebih cepat selama beberapa detik, cukup untuk lolos dari tali yang hampir putus.
-

Aru Sorrelby
Arah angin: Headwind
Si sulung selalu terbang melawan arus, karena menurutnya angin dari depan adalah angin yang paling jujur. Makin kencang anginnya, makin berat tebasan pedang talinya.
-

Mbali Dlamuka
Arah angin: Downdraft
Penukik dari Tebing Tujuh Jangkar yang tidak pernah terbang tanpa galah kaitnya. Musuh yang mencoba kabur ke udara akan diseret kembali ke tanah dalam satu tarikan.
-

Teodora Abernethy
Arah angin: Starwind
Insinyur layang-layang dengan gulungan tali berpegas di lengan kanannya. Ia bisa memasang jangkar darurat di tengah udara, jadi kamu selalu punya tempat untuk mengait meski tidak ada batu jangkar di dekatmu.
-

Koa Kealoha
Arah angin: Portwind
Koa terbang miring dan tertawa ketika yang lain panik. Satu sapuan sayapnya menggeser seluruh barisan musuh dari kiri ke kanan, kadang ikut menggeser rekan satu party.
Enam pengendara lain menunggu di wilayah yang belum kamu datangi.
Cara terbang
Layang-layang sayap tidak bermesin. Kamu bergerak dengan tali dan jangkar batu, memakai angin yang datang dari arah yang sama sepanjang hari, jadi setiap lintasan terdiri dari tiga gerakan yang kamu atur sendiri.
-
Kaitkan
Lempar tali ke jangkar batu mana pun yang kelihatan, dari pilar di padang sampai batu kecil di atap Kota Benang. Begitu kaitnya masuk ke cincin besi, angin mulai mengangkatmu.
-
Tarik
Gulung tali untuk naik curam. Tali yang pendek membawamu lebih tinggi dan lebih cepat, tetapi ruang untuk menghindar ikut menyempit, terutama saat Squallbeast sedang berburu di dekatmu.
-
Lepas
Lepaskan tali dan meluncur bebas. Dari ketinggian yang cukup, kamu bisa melintasi seluruh Hutan Bambu Gema tanpa menyentuh tanah sekali pun, lalu mengait jangkar berikutnya sebelum kehilangan ketinggian.

Tembok Badai
Di ujung angin berdiri dinding awan setinggi langit. Orang Tiltmoor tidak pernah memberi nama untuk arah itu; mereka cukup menghindarinya, membangun rumah yang membelakanginya, dan mengajari anak-anak untuk tidak pernah terbang ke sana.
Ibu Aru dan Nevaeh terbang ke sana tanpa pamit. Layang-layang buatannya ditemukan tersangkut di Tebing Tujuh Jangkar beberapa hari kemudian, dengan pita yang masih terikat rapi seolah ia sengaja meninggalkan tanda.
Squallbeasts
Dari kaki tembok turun makhluk berbulu awan yang menunggangi angin yang sama denganmu. Melawan mereka berarti membaca arah angin lebih cepat dari mereka, karena Squallbeast selalu menyerang dari sisi yang anginnya paling kencang.
Squallbeast yang besar bahkan sanggup memutus talimu di tengah tarikan.
Ikut uji tertutup
Gelombang berikutnya membuka Padang Lantera dan Tebing Tujuh Jangkar beserta empat pengendara pertama, termasuk Aru dan Nevaeh. Tulis email dan pilih perangkatmu; undangan dikirim bertahap sesuai urutan masuk, dan kami memberi kabar lewat email yang sama bila jadwal bergeser.
